Cara Pembuatan Tenda Darurat Pramuka

01.08 Unknown 0 Comments

Pembuatan tenda dalam pramua
Cara membuat dragbar, usungan, atau tandu darurat merupakan salah satu materi teknik kepramukaan bidang PPPK yang wajib dikuasai oleh seorang pramuka. Ketrampilan membuat tandu darurat atau dragbar akan sangat diperlukan ketika saat-saat darurat utamanya ketika terjadi kecelakaan yang membutuhkan evakuasi korban. Karena itu penguasaan keterampilan Pertolongan Pertama Dalam Kecelakaan pembuatan dragbar sering kali dilombakan dalam kegiatan kepramukaan.
Dragbar merupakan tandu atau usungan darurat yang dibuat dengan memanfaatkan tongkat dan tali yang tersedia. Fungsi utama dari dragbar adalah untuk memudahkan penolong melakukan evakuasi korban secara aman dan nyaman menuju tempat yang lebih aman atau untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dalam PPPK terdapat berbagai jenis tandu seperti tandu sepinal, tandu sorong, dan tandu lipat. Namun yang akan dipelajari kali ini adalah tandu darurat.

Peralatan yang Dibutuhkan untuk Membuat Dragbar

karena sifatnya yang darurat, peralatan yang digunakan adalah yang umumnya tersedia saat kegiatan. Kalaupun tidak ada, bisa memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia. Peralatan itu antara lain:
  1. Tongkat Pramuka 2 buah, digunakan sebagai induk dragbar; standar tongkat yang digunakan untuk membuat dragbar seharusnya mempunyai panjang 225 cm, namun karena biasanya yang tersedia adalah tongkat pramuka berukuran 160 cm, tongkat inipun bisa digunakan tentunya dengan memperhatikan kondisi luka korban.
  2. Tongkat pendek ukuran 60 cm 2 buah, digunakan sebagai anak dragbar.
  3. Tali pramuka secukupnya.
  4. Mitella (jika ada)

Cara Pembuatan Dragbar atau Tandu Darurat Pramuka

Untuk membuat atau merakit dragbar (tandu darurat) caranya adalah sebagai berikut (arah atas, bawah, kiri, dan kanan pada tutorial ini merujuk arah pada gambar):
  1. Rebahkan dua tongkat pramuka (ukuran 160 cm) secara sejajar dengan jarak kurang lebih 50 cm, ini menjadi induk dragbar.
  2. Palangkan dua tongkat ukuran 60 cm di ujung kiri dan kanan induk dragbar dengan jarak dari masing-masing ujung sekitar 25 cm.
  3. Ikat keempat pertemuan induk dragbar dengan anak dragbar dengan menggunakan ikatan palang
    Cara membuat ikatan palang baca: Jenis-jenis Ikatan
  4. Setelah keempat ikatan palang selesai, sisa ikatan palang dari salah satu sisi (pada gambar di bawah anggap saja yang kiri), saling tautkan antara yang atas dan bawah di tengah-tengah (lihat huruf “f” pada gambar).
  5. Tali dari atas (atas pada gambar) di tarik kembali ke atas, demikian juga sebaliknya.
  6. Buatlah simpul jangkar pada masing-masing tongkat induk dragbar.
  7. Ulangi langkah 5 dan 6 dengan jarak masing-masing simpul jangkar antara 20 – 25 cm.
  8. Setelah 5 kali simpul jangkar, dikhiri dengan simpul pangkal di samping ikatan palang sebelah kanan.
  9. Lingkarkan tali yang tersisa di bawah tongkat anak dragbar kemudian ikatkan sisa tali dari bawah dan atas dengan simpul mati (lihat huruf “g” pada gambar)
Keterangan gambar:
  • Huruf “a”: ujung induk dragbar yang disisakan sebagai pegangan tandu. Jaraknya sekitar 25 cm.
  • Huruf “b”: ujung anak dragbar sepanjang 5 cm.
  • Huruf “c”: Ikatan palang.
  • Huruf “d”: Simpul pangkal untuk mengakhiri ikatan palang.
  • Huruf “f”: Tautan tali antara tali dari sebelah atas dan bawah.
  • Huruf “e”: Simpul jangkar.
  • Huruf “g”: Simpul mati.
Jika terdapat mitella dapat digunakan sebagai alas kepala korban dengan cara dililitkan melingkar antara dua induk dragbar. Jika tidak ada bisa menggunakan bahan-bahan lain yang bisa memberikan rasa nyaman di kepala korban. Apabila dalam evakuasi melalui medan yang cukup sulit, bisa ditambahkan pembalut gulung atau tali untuk mengikat korban dengan induk dragbar. Ini untuk mengantisipasi agar korban tidak terjatuh dari atas tandu.
Terkadang terdapat pembuatan dragbar atau usungan tanpa menggunakan anak dragbar (tongkat ukuran 60 cm). Pembuatan dragbar atau tandu darurat semacam itu memang lebih cepat tetapi kurang kuat dan kurang stabil sehingga kurang aman digunakan dan kurang memberikan rasa nyaman pada korban.
Nah, itulah cara membuat dragbar darurat, sekilas memang rumit akan tetapi dengan banyak berlatih dan jika dikerjakan bersama-sama dengan kompak tentu akan dapat terselesaikan dengan cepat dan mudah.
PPPK : Tandu Darurat
Salah keterampilan Kepramukaan wajib yang harus dikuasai oleh Anggota Pramuka adalah Keterampilan Membuat Tandu Darurat atau yang biasa disebut Dragbar Usungan. Keterampilan ini sangat diperlukan ketika anggota pramuka melakukan evakuasi korban disaat perkemahan, hiking dan pengembaraan.
Untuk membuat tandu darurat, kita memerlukan beberapa alat dan bahan :
  1. Tongkat Pramuka / Stok sebanyak 2 batang.
  2. Tali Pramuka secukupnya.
  3. Tongkat pendek / kayu penyanggah sebanyak 2 buah dengan panjang kurang lebih 60 cm.
  4. Mitella (jika tersedia)
Cara Pembuatan Tandu Darurat :
Untuk membuat tandu darurat, anggota Pramuka Harus memiliki keterampilan Tentang Tali-Temali seperti :
a. Simpul Pangkal : simpul yang digunakan pada awal pembuatan tandu darurat.
simpul pangkal
b. Simpu Jangkar : simpul yang digunakan dalam proses pengamanan jaring tandu.
simpul jangkar
c. Ikatan Palang : untuk mengikat bambu panjang dan bambu pendek pada tandu darurat
ikatan palang
Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah :
  1. Letakkan tongkat secara sejajar pada lantai, dengan jarang antar tongkat minimal 50 cm.
  2. Palangkan tongkat pendek pada kedua tongkat pramuka.
  3. Mulailah Simpul pangkal pada Tongkat Pramuka untuk mengikatkan tali pada tongkat. (Gambar A)
  4. Ikatlah pertemuan Tongkat Pendek dan Tongkat Pramuka dengan menggunakan Ikatan Palang. (Gambar B)
  5. Setelah keempat ikatan palang selesai, sisa ikatan palang dari salah satu sisi saling silangkan antara yang atas dan bawah di tengah-tengah. Tali dari atas di tarik ke arah atas kembali, begitu juga sebaliknya. (Gambar C)
  6. Buatlah simpul jangkar pada masing-masing tongkat induk tandu. (Gambar D)
  7. Ulangi langkah 5 dan 6 sampai selesai dengan jarak masing-masing simpul jangkar antara 20 – 25 cm.
  8. Untuk mengakhiri pembuatan tandu, gunakan kembali simpul pangkal pada ujung tandu.
tandu-darurat

You Might Also Like

0 komentar: